Apa Itu Drawdown Forex? Cara Hitung dan Kelola Risikonya

Tim BrokerProReview18 Juli 2026
Detailed financial trading chart in dark mode with candlestick patterns and trend lines.

Apa Itu Drawdown

Drawdown (DD) adalah penurunan nilai portofolio atau akun trading, dihitung dari titik tertinggi (Peak) yang pernah dicapai sampai titik terendah (Trough) sebelum akun kembali pulih dan mencetak titik tertinggi baru. Biasanya diukur dalam persentase dari modal, untuk menunjukkan "sudah seberapa dalam akun kita turun dari puncaknya".

Contoh sederhana: misalkan akun trading Anda tumbuh dari 10.000 dolar AS menjadi 15.000 dolar AS, lalu mengalami kerugian beruntun sampai tersisa 12.000 dolar AS sebelum akhirnya pulih. Drawdown pada periode ini adalah (15.000 − 12.000) ÷ 15.000 × 100 = 20%

Drawdown adalah indikator risiko yang sama pentingnya dengan return, karena menunjukkan seberapa "parah" strategi atau gaya trading Anda ketika kondisi pasar sedang tidak berpihak. Ini berbeda dari profit kumulatif yang hanya menunjukkan hasil akhir tanpa menggambarkan perjalanan risikonya.

Jenis-Jenis Drawdown

1. Floating Drawdown (Drawdown Mengambang)

Yaitu kerugian yang belum direalisasikan (Unrealized Loss) karena posisi masih terbuka. Jika harga berbalik arah, nilai akun bisa pulih tanpa harus merealisasikan kerugian. Namun jika harga tidak kunjung berbalik, Floating Drawdown ini bisa berubah menjadi kerugian riil.

2. Fixed Drawdown (Drawdown Terealisasi)

Yaitu kerugian yang sudah benar-benar terjadi setelah posisi merugi ditutup. Ini adalah kehilangan modal yang bersifat permanen sampai berhasil ditutupi dengan profit berikutnya.

3. Maximum Drawdown (MDD)

Yaitu drawdown terdalam yang pernah terjadi dalam periode tertentu, dihitung dari titik tertinggi ke titik terendah paling ekstrem. Trader dan fund manager biasanya memakai angka ini sebagai tolok ukur risiko sebuah strategi, karena mencerminkan skenario terburuk yang benar-benar pernah terjadi.

Cara Menghitung Drawdown

Rumus menghitung drawdown dalam persentase pada satu periode adalah:

Drawdown (%) = (Nilai Akun Saat Ini − Titik Tertinggi Sebelumnya) ÷ Titik Tertinggi Sebelumnya × 100

Sementara Maximum Drawdown adalah nilai drawdown terdalam di antara seluruh periode yang terjadi selama rentang waktu yang diamati, bukan hanya periode terakhir.

Contoh Perhitungan

Misalkan modal awal 5.000 dolar AS, naik menjadi 6.000 dolar AS, lalu turun menjadi 4.000 dolar AS, sebelum akhirnya pulih ke 7.000 dolar AS.

  • Titik tertinggi pada periode ini adalah 6.000 dolar AS
  • Titik terendah adalah 4.000 dolar AS
  • Drawdown = (6.000 − 4.000) ÷ 6.000 × 100 = 33,3%

Meskipun akun kemudian pulih dan mencetak rekor profit baru di 7.000 dolar AS, Maximum Drawdown pada periode ini tetap tercatat di 33,3% untuk menggambarkan risiko riil yang terjadi selama prosesnya.

Kenapa Drawdown Sangat Penting dalam Trading Forex

Forex adalah pasar yang menggunakan leverage (daya ungkit) tinggi, yang memperbesar potensi profit sekaligus kerugian secara bersamaan. Strategi yang terlihat tidak terlalu berisiko bisa mengalami drawdown parah kalau leverage yang dipakai terlalu tinggi. Tidak memahami atau tidak mengendalikan drawdown bisa berujung pada akun yang habis total (margin call).

Perlu dicatat: broker yang diatur BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di Indonesia umumnya membatasi leverage pada kisaran 1:100 untuk melindungi trader ritel, sedangkan banyak broker luar negeri (offshore) yang sering dibahas di situs ini bisa menawarkan leverage jauh lebih tinggi, hingga 1:500 atau 1:1000, tanpa batasan yang sama. Leverage tinggi ini mempercepat dan memperdalam drawdown kalau tidak diimbangi manajemen risiko yang disiplin. Trader juga perlu ingat bahwa lisensi dari regulator luar negeri tidak memberi perlindungan hukum yang setara dengan broker yang diawasi langsung oleh BAPPEBTI di Indonesia.

Hal yang sering luput diperhatikan adalah semakin dalam kerugian, semakin besar pula profit yang dibutuhkan secara tidak proporsional untuk kembali balik modal, seperti terlihat pada tabel berikut.

Kerugian dari Titik Tertinggi (Drawdown) Profit yang Dibutuhkan untuk Balik Modal
10% 11,1%
20% 25%
30% 42,9%
40% 66,7%
50% 100%
60% 150%
70% 233%
80% 400%

Dari tabel di atas terlihat bahwa jika akun mengalami kerugian sampai 50%, dibutuhkan profit 100% untuk kembali ke modal awal. Dan jika kerugian mencapai 80%, dibutuhkan profit hingga 400% yang hampir mustahil dicapai dalam praktiknya. Inilah alasan mengapa mengendalikan drawdown sejak awal jauh lebih penting daripada berusaha mengejar profit sebesar-besarnya.

Drawdown dan Aturan Prop Firm

Bagi trader yang tertarik dengan Prop Firm (perusahaan yang menyediakan modal trading untuk dikelola trader), aturan drawdown adalah salah satu syarat paling krusial. Sebagai contoh, FTMO, salah satu Prop Firm ternama secara global, menetapkan aturan Daily Drawdown sebesar 5% per hari dan Maximum Drawdown akun sebesar 10% dari saldo awal. Untuk akun berukuran 100.000 dolar AS, artinya kerugian tidak boleh melebihi 5.000 dolar AS per hari dan tidak boleh melebihi 10.000 dolar AS selama masa aktif akun. Jika batas ini terlampaui, akun langsung ditutup.

Aturan semacam ini membuat manajemen risiko per transaksi (Risk per Trade) menjadi jauh lebih penting, karena membuka posisi dengan risiko 3–4% saja per transaksi bisa membuat trader melanggar batas drawdown hanya dalam beberapa kali kerugian beruntun.

Satu hal yang perlu diluruskan untuk trader Muslim: memakai akun syariah atau swap-free (bebas bunga swap/rollover semalam) tidak mengubah perhitungan drawdown ini sama sekali, karena drawdown dihitung murni dari pergerakan harga pasar, bukan dari biaya swap. Jadi meski akun bebas swap menghilangkan biaya menginap posisi semalam, disiplin manajemen risiko terhadap drawdown tetap harus diterapkan dengan sama ketatnya.

Cara Mengelola dan Mengendalikan Drawdown

1. Terapkan Aturan Risiko 1–2% per Transaksi

Sebagian besar trader profesional berpegang pada prinsip tidak mengambil risiko lebih dari 1–2% dari total modal per satu kali transaksi, agar akun tetap tahan menghadapi kerugian beruntun tanpa rusak parah. Jika risiko hanya 1% per transaksi, dibutuhkan 100 kali kerugian beruntun agar akun benar-benar habis — sesuatu yang hampir tidak mungkin terjadi pada sistem trading yang layak.

2. Selalu Pasang Stop Loss

Tidak memasang Stop Loss adalah salah satu penyebab utama drawdown menjadi tidak terkendali, karena tidak ada batas kerugian yang jelas.

3. Kendalikan Penggunaan Leverage

Leverage tinggi membuat pergerakan harga sekecil apa pun berdampak besar pada nilai akun. Memilih leverage yang sesuai dengan besar modal dan gaya trading membantu mengurangi peluang terjadinya drawdown yang parah.

4. Tetapkan Batas Drawdown Pribadi

Banyak trader menetapkan aturan pribadi, misalnya jika akun merugi 10–15% dari titik tertinggi, mereka akan berhenti trading sejenak untuk mengevaluasi strategi, alih-alih memaksakan diri terus trading demi "balas dendam" atas kerugian.

5. Diversifikasi Risiko dan Hindari Averaging Down Tanpa Rencana

Tidak menumpuk risiko pada satu pasangan mata uang saja, dan menghindari menambah posisi untuk menurunkan rata-rata harga kerugian (Averaging Down) tanpa rencana manajemen risiko yang jelas, membantu mencegah drawdown membengkak tanpa kendali.

Kesimpulan

Drawdown adalah salah satu indikator risiko paling penting bagi trader forex, karena mencerminkan seberapa "parah" modal Anda bisa tertekan dalam skenario terburuk. Memahami cara menghitung drawdown dan dampaknya terhadap proses pemulihan akun akan membantu trader menyusun manajemen risiko yang lebih baik — mulai dari menentukan ukuran posisi, memasang Stop Loss, hingga mengendalikan leverage secara tepat, agar bisa bertahan di pasar dalam jangka panjang, bukan sekadar mengejar profit cepat tanpa memperhitungkan risiko yang mengintai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa bedanya drawdown dengan kerugian biasa?

Kerugian biasa melihat total untung-rugi pada satu titik waktu tertentu, sedangkan drawdown melihat jarak antara titik tertinggi dan titik terendah akun. Ini membuat drawdown mampu menggambarkan volatilitas dan risiko selama perjalanan trading, yang tidak terlihat hanya dari angka profit bersih.

Berapa besar drawdown yang tergolong berbahaya?

Tidak ada angka pasti, tetapi umumnya trader profesional dan Prop Firm menetapkan batas Maximum Drawdown di kisaran 10–20%. Jika melebihi angka ini, strategi yang dipakai tergolong berisiko tinggi dan sebaiknya manajemen risikonya dievaluasi ulang.

Apa yang harus dilakukan saat akun mengalami drawdown dalam?

Sebaiknya kurangi ukuran posisi, evaluasi ulang strategi yang sedang dipakai, dan hindari terburu-buru "balas dendam" dengan menambah risiko. Sebab seperti terlihat pada tabel di atas, semakin dalam kerugian, semakin besar pula profit yang dibutuhkan secara tidak proporsional untuk kembali balik modal.

Sumber referensi: Compare Forex Brokers – What is a Drawdown in Forex, FTMO – Trading and Drawdowns